(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-76399891-2', 'auto'); ga('require', 'GTM-W93FG5M'); ga('send', 'pageview'); Dari Pulau Eksotik Sampai Pulau Konflik (Bag. II) - Sugengmu

Dari Pulau Eksotik Sampai Pulau Konflik (Bag. II)

Kini, Aryono Huboyo Djati berkeliling Indonesia, memotret membaw

anya kesana kemari. Entah berapa pulau di Indonesia yang sudah dikunjunginya.

“Dari daerah yang eksotik sampai daerah konflik sudah dikunjungi,”jelasnya sambil menegak kopi susu yang selalu dia pesan saat nongkrong di Warung Kopi kawasan Gajah Mada Pontianak

Dia berkisah, Pontianak menjadi destinasi yang menarik buatnya.

“Entah berapa daerah yang aku kunjungi, masing –masing daerah mempunyai kisah tersendiri,”tegas duda anak satu ini.  Dan satu hal yang menarik buatku adalah sebuah foto seorang anak kecil berseragam Sekolah Dasar memegang bingkai foto bergambar orang tuanya. Menurut Djati foto tersebut diambil saat terjadi gempa Nias, anak itu kehilangan orangtuanya, moment itulah menggelitik Aryono untuk memotretnya.
Dia bercerita kepadaku, baginya Interaksi dan komunikasi dengan subyek  merupakan unsur penting dalam memotret. Hasilnya memang nyata, beberapa foto hailnya terlihat natural, cerah dan tidak dibuat-buat. Hal itu terjadi karena saat memotert ada rasa merasa aman & nyaman . “Di Kampung Beting aku berbaur dengan masyarakat, gayaku begitu jadi tidak ada rasa curiga, kita pun enak dan nyaman saat memotret,”dia menegaskan.

*) Directing Fotograpy

Aryono Huboyo Djati  meluncurkan buku “Directing in Potography. Buku ini merupakan hasil kerjasama dengan Atalarik Syach, model dan penggiat fotografi , buku tersebut setebal 138 halaman dan
 Directing in Photograph sendiri bermaksud membantu mendalami dunia fotografi dengan lebih dalam. Kelebihannya, bahasa yang dipergunakan dalam buku tidaklah terlalu teknis dan membingungkan.
Untuk memudahkan mencerna buku tersebut, Aryono menggunakan model sekaligus artis Sinetron, Atalarick Syach, Altalarik juga bersama dirinya yang membidani lahirnya buku tersebut. “Saya bangga pada Attalarik. Walau hidupnya dekat dengan dunia  glamor,  dia mau ikut saya huntingi masuk ke pasar dan kampung-kampung!” kata Aryono kepadaku sambil melihatkan sebuah buku tebal bergambar altararik Syach.
Selain senang memotret di jalanan, pembesar Negeri ini pun sudah merasakan dipotret doctor lulusan Jepang ini, sebut saja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Annisa Pohan, Mbah Surip, hingga Imam Samudra, terpidana bom Bali I.

*) Low Profile

Satu hal terpenting dalam memotret, kesederhanaan adalah kunci utamanya, dia menjelaskan, mengapa dia begitu mudah masuk dalam komunitas yang selama ini dianggap mengancam, menurutnya karena kesederhanaan dan pendekatan  itulah membuat Aryono selalu berhasil masuk dalam lingkungan yang kebanyakan orang lain susah untuk berada disitu. “Lihat saja, selama disini aku sudah berapa kali masuk Kampung Beting, disana aku banyak teman, beberapa RT juga kenal aku,”katanya kepadaku saat kami menyeberang Sungai Kapuas dari Pelabuhan Senghie menuju Kampung Beting menggunakan Perahu.
Yang terpenting adalah bagaimana kita memahami objek yang ingin kita potret, hal tersebut menjadi dasar utama untuk mendapatkan kenyamanan, dan ketenangan setiap melakukan pemotretan. Dan hal itupun terbukti. Beberapa penambang sampan penyeberangan Senghie – Kampung Beting, terlihat akrab dengan dirinya, para penambang menganggap Aryono seorang Turis Jepang. Akibatnya dia berhasil mudah memotret keseharian penambang itu.
“Kata orang Kampung ini menyeramkan, tapi tidak bagiku, aku merasa nyaman berada disini,” tergantung bagaimana kita melakukan pendekatan setiap kali kita melakukan pemotretan,”jelasnya sambil tersenyum dan sedikiit jahil dengan tikus mainan di tangannya. (Bersambung)

Terima Kasih Anda Sudah Membantu menyebarkan Tulisan ini

http;//www.sugengmu.org

Sugeng Mulyono :