(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-76399891-2', 'auto'); ga('require', 'GTM-W93FG5M'); ga('send', 'pageview'); Pulau Eksotik Yang Sekarat Air - Sugengmu

Pulau Eksotik Yang Sekarat Air

PULAU… !!! mendengar kata tersebut, sudah terbayang dibenak kita suasana pantai indah, pasir putih, air laut jernih yang membiru, binatang laut yang bermain riang dihamparan pasir putih maupun laut.  Banyak turis yang bertadang, atau pun tempat permainan- permainan lainnya.  Namun itu tidak berlaku bagi Pulau satu ini. Pulau Maya Karimata namanya, pulau yang terletak sebelah Selatan Kalimantan Barat ini terkesan jauh dari pengertian pulau sebenarnya.

Pulau yang merupakan salah satu bagian gugusan kepulauan Karimata ini seakan jauh dari kesan indah. Terlebih saat sekarang ini, daerah yang termasuk dalam pemerintahan kabupaten Kayong Utara ini harus berjuang menghadapi krisis air bersih yang berkepanjangan. Semua penduduk disini seakan sibuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka dan sedikit melupakan akitivas yang seharusnya mereka lakukan.
Antri-antri menjadi pemadangan biasa dalam kehidupan mereka untuk saat ini. Mengisi satu jerigen berukuran 20 kg memakan waktu hingga berjam-jam, hal ini disebabkan kecilnya mata air bersih yang menjadi sumbernya.  24 jam penuh tanpa jeda mereka terus mengantri mendapatkan air. Semua wadah yang bisa menampung dimanfaatkan maksimal agar mendapatkan air. Kaleng cat, ember, jerigen sisa bahan bakar pun tak luput dari pemanfaatan, yang penting menurut mereka air dapat tertanpung dan bermanfaat buat mandi dan minum.

Pulau eksotik ini seakan mati tebenam krisis air berkepanjangan, eksotik itu seakan larut bersama kesedihan masyarakat PMK yang terus mendambakan air bersih.  Mereka tidak ingin larut dalam kesedihan, semua upaya sudah dilakukan mendapatkan air bersih.

Pemerintah kabupaten sendiri bukannya tanpa upaya mengatasi permasalahan yang setia dating jika musim kemarau menjelang, ratusan liter air bersih didatangkan guna memenuhi dahaga air bersih, namun keadaan tersebut tidak cukup mengatasi permasalahan itu, bahkan menjadi kacau karena masyarakat berloma-lomba mendapatkan air gratisan dari pemerintah.
Satu hal yang sangat tidak diinginkan adalah wabah penyakit mudah dating jika musim ini terus berlanjut. Tak jarang warga harus menderita diare karena mengkonsumi air tak bersih

Terima Kasih Anda Sudah Membantu menyebarkan Tulisan ini

http;//www.sugengmu.org

Sugeng Mulyono :