Blog

Seniman Pontianak Make Over Kampung Beting

Beting Street Art II 2016 adalah lanjutan  kegiatan pilot project Beting Street Art I 2014 yang digagas dan diinisiasi Oleh Forum Pemerhati Wisata Alam (FPWA) Kalbar. Mengambil lokasi di Kampung Beting (Pangkalan Sampan Beting Permai) pada awalnya (2014) kemudian bergeser ke arah Sekitaran Kampung Dalam Bugis (belakang Masjid Jamik), kawasan gerbang Istana Kadariyah (gardu PLN), dan pangkalan sampan/speedboat Pasar Senggol (depan masjid jami’).
Kegiatan  yang berlangsung sejak 14 hingga 20 Agustus 2016 ini (kemudian berakhir pada tanggal 25 Agustus 2016) melibatkan kurang lebih 20 orang seniman visual. Mereka menorehkan visual-visual berupa mural,graffiti dan grafis pada dinding-dinding rumah warga, tangga pangkalan sampan dan gardu PLN dengan tema-tema yang beragam. Budaya local, pendidikan hingga keseharian warga diangkat dalam bentuk visual yang bewarna-warni yang khas.

Baca Juga : Cerita Pontianak Kota Bersinar

 
Dengan latar belakang Kampung Beting yang mengandung nilai historis yang lokasinya tak jauh dari Masjid Jamik dan Istana Kadariyah sebagai cikal bakal berdirinya kota Pontianak yang kini memiliki stigma yang kurang baik di mata masyarakat Pontianak. Bahkan menurut  BNN prov kalbar, kampung beting merupakan salah satu isu nasional menyangkut penyalahgunaan narkotika dan sejenisnya. FPWA Kalbar menggagas Beting Street Art sebagai gerakan budaya berbasis seni visual dengan maksud mengembalikan marwah Kampung Beting dan mencoba menjadikannya sebagai destinasi wisata budaya baru di kota Pontianak dengan kearifan lokalnya sebagai bagian dari sejarah berdirinya Kota Pontianak

Sejarah Beting Street Art

Awalnya Beting Streert Art di mulai 2014 silam, para perupa seni di Pontianak berkumpul dan menyampaikan ide kreasi mereka dalam bentuk Mural, yang hingga kini masih bisa kita saksikan mural tersebut disalah satu dinding rumah warga beting. 
Menurut Catatan Gusti Hendar, Pembangunan yang lebih mengacu kepada posivistik dan mengabaikan pembangunan manusia seutuhnya, telah lama dicurigai sebagai penyebab lahirnya orang-orang yang mengalami alienasi atau keterasingan dari kemanusiannya sendiri. Terutama bagi mereka yang hidup di kota besar. Kota yang hiruk-pikuk, dengan ritme pergerakan manusia dan putaran roda ekonomi yang gegap, tidak serta-merta membuat masyarakatnya ikut gempita. Kota justru makin banyak melahirkan orang-orang kesepian, orang-orang yang menyimpan perasaan terpencil terasing dari masyarakat, alam, orang lain, atau bahkan dirinya sendiri.
 
Hal ini lah yang terjadi di kampung Beting. Kampung yang secara geografis terletak di tengah kota Pontianak, namun seperti terasing. Sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan status sosialnya melalui seni dan budaya yaitu street art dan murral.

Baca Juga : Dari Pulau Eksotik Sampai Pulau Konflik

Semua pihak dapat berpartisipasi demi terciptanya lingkungan yang berjiwa seni dibalik lingkungan yang selalu menjadi sorotan pencetus para pengguna narkoba di Pontianak

Terima Kasih Anda Sudah Membantu menyebarkan Tulisan ini

http;//www.sugengmu.org

Get Free Email Updates!

Signup now and receive an email once I publish new content.

I will never give away, trade or sell your email address. You can unsubscribe at any time.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

phone sms wa Tambahkan Kontak Whatsapp Kami : 081254914797 bbm Invite Pin BBM kami : DC7898